Sabtu, 13 April 2013

[Resensi] Jonathan Strange & Mr Norrell


Judul : Jonathan Strange & Mr. Norrell
Pengarang : Susanna Clarke
Penerbit : Bloomsbury
Tahun : 2004
Genre : Fantasy, Alternate-History, Historical-Fiction
Tebal : 1006

Sinopsis

“Dua penyihir akan muncul di Inggris. Yang Pertama akan takut padaku; yang kedua akan mengelu-elukan diriku”

Berangkat dari ramalan itu, kita berada di tahun 1806, berabad-abad telah berlalu sejak sihir memudar dari dataran Inggris. Namun ketika Eropa dilanda Perang Napoleon, Inggris masih memiliki satu penyihir yang tersisa: Mr. Norrell yang reklusif dari Hurtfew Abbey, yang menunjukkan bakatnya ke seantero Inggris. Tapi kemudian, Norrell ditantang kehebatannya oleh penyihir lain: muda tampan, dan pemberani, Jonathan Strange. Jonathan Strange dan Mr. Norrel, kelak akan terlibat rangkaian peristiwa yang akan membawa kembali sihir ke tanah Inggris.

Sebelum kita mulai, pasti bertanya-tanya kenapa lagi-lagi buku interlokal. Padahal, kalau ngakunya ini blog buku lokal tapi isinya nyaris pujian ke berbagai buku interlokal. Jangan salah, buku-buku interlokal ini memang semuanya menurut saya bagus. Dan tenang, ini mungkin buku interlokal terakhir yang akan saya ulas untuk beberapa minggu kedepan.


Ulasan

Buku ini memiliki reputasi yang cukup hebat. Dikatakan bahwa Susanna Clarke telah mengembalikan Ke-Inggris-an lewat karyanya, mengembalikan kejayaan Charles Dickens dan Jane Austen. Tapi karena saya belum membaca satupun karya dari kedua penulis besar tersebut, saya tidak tahu secara persis kehebatan apa yang dimaksud. Alasan utama saya membaca buku ini dalah, penggambaran sihir yang katannya menakjubkan. Dan rupanya sihir memang tepat mengenai saya hingga bisa membaca 1002 halaman tanpa merasa bosan.

Jonathan Strange & Mr. Norrell adalah satu buku yang langka. Dari genre yang saya tulis saja mungkin sudah terefleksikan hal itu. Bagaimana bisa sebuah cerita tergolong sebagai fantasy, alternate-hitory, dan historical-fiction disaat bersamaan? Dan ini ditambah lagi fakta bahwa elemen fantasi yang menjadi pusat disini adalah sihir. Semua itu bisa terjadi berkat penulisan superior yang dimiliki oleh Susanna Clarke.

Penggambaran setting di Jonathan Strange & Mr. Norrel terasa sangat autentik, seakan semuanya memang benar-benar terjadi di abad-19 silam, berkat hasil jerih payah usaha Susanna Clarke dalam meneiliti sejarah yang sesuai. Suasana yang ada semakin diperkuat dengan perilaku para tokoh yang benar-benar menggambarkan masanya. Susanna Clarke juga mampu membuat sihir seolah-olah memang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Inggris, bahkan sihir itu sekalipun dieperlakukan selayaknya ilmu pengetahuan lain di Eropa, namun tanpa merubah kondisi sosial msyarakat Inggris yang ada pada saat itu. Tapi yang paling hebat dari kesemua itu, adalah bagaimana Susanna Clarke mampu memasukkan tokoh-tokoh sejarah kedalam bukunya tanpa ada tindakan dari mereka yang terasa keluar dari kepribadian dan persona masing-masing. Baik Lord Byron, Duke of Wellington, bahkan Napoleon Bunoparte digambarkan apa adanya sesuai dengan sudut pandang msayarakat waktu itu pada mereka.

Cerita character driven pernah dikatakan lebih lemah daripada cerita plot driven. Jonathan Strange & Mr Norrell membuktikan sebaliknya. Para karakternya tidak bertindak beradasarkan arketipe atau stereotipe karakter-karakter yang biasa menjebak cerita character driven. Sangat sulit untuk melakukan sinopsis atas plot yang terjadi di buku ini karena intrik dan konflik yang ada semuanya muncul dari interaksi antar karakter. Mereka menyelesaikan masalah mereka secara psikologis dengan berinteraksi dengan karakter lainnya, membuat setiap konflik yang ada terasa unik. Dari setiap penyelesaian konflik, para karakter semakin lama semakin lama berkembang, sehingga bisa dikatakan tidak ada konflik yang sia-sia disini. Bahkan kematian karakter sekalipun, bukan hasil dari plot melainkan hasil dari interaksi para karakter itu sendiri.

Hal spesifik lain dari Susanna Clarke yang patut dipuji dalam buku adalah penggambaran sihirnya. Saya sudah cukup banyak bermain game fantasi dan tahu bagaimana sihir tidak lagi terasa “menyihir”. Sihir menjadi hal yang terlalu biasa, sekedar subtitusi dari teknologi yang ada. Tapi yang paling buruk dari semua itu adalah ketika sihir menjadi sebuah sistem laksana sebuah konstruksi sintetis manusia atau sihir bertindak menjadi penutup plot hole dalam cerita. Sihir yang dibawakan terasa sangat misterius, tidak terkendali, dan tidak dapat diduga, seolah sihir itu bagian dari kekuatan alam yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh manusia. Kita bisa melihat bagaimana para penyihir hebat bahkan hanya dapat berteori dan tidak mampu melakukan sihir yang sudah mereka spekulasikan semata-mata karena mereka tidak tahu sepenuhnya apa sihir itu.

Sepanjang buku ini kita dapat melihat bagaimana Susanna Clarke dengan cukup bebas menggunakan footnotes dalam ceritanya. Penggunaan footnotes ini menurut saya adalah hal brillian, karena dengannya, Susanna Clarke dapat meletakkan cerita sampingan yang menjadi fondasi ceritanya tanpa harus mengganggu iringan atau aluran narasi yang sedang berjalan sehingga kita tidak akan menemukan dialog antar karakter yang susah payah menjelaskan suatu hal yang terdapat dalam cerita. Penggunaan footnotes yang kreatif menjadikan cerita dan dunia yang ditulis oleh Susanna Clarke menjadi lebih kaya dan solid tanpa harus mengulur-ngulur narasi yang sedang berlangsung.

Semua itu, terutama penggambaran setting dan tokoh tidak akan dapat berkerja kalau bukan karena penguasaan gaya penulisan Susanna Clarke yang sangat baik. Setiap prosa dan diksi yang dia bawakan mudah dimengerti namun tidak dapat dikatakan sederhana. Penulisannya mampu membangung nuansa magis dan “Inggris” benar-benar terasa hidup dan njuga detil-detil dari tindakan para karakter sepanjang cerita tanpa terasa bosan.

Kalau boleh berkata jujur, sesungguhnya Jonathan Strange & Mr Norrel merupakan buku yang sangat sulit saya tulis reviewnya. Bukan karena saya tidak biasa menulis review, tapi lebih karena buku ini begitu kaya dan kompleks, sehingga saya sendiri mengalami kebingungan apa yang sebaiknya haru saya tulis. Susanna Clarke telah membawakan satu karya, satu cerita yang telah menghidupkan kembali ke-“Inggrisan” dalam sastra inggris. Dia juga dengan caranya sendiri telah mampu mengembalikan rasa fantastis dari sihir yang selama ini saya kenal sudah terlalu biasa dalam cerita-cerita fantasi Saya tidak akan ragu-ragu untuk memasukkan Jonathan Strange & Mr Norrel kedalam daftar novel sastra inggris melihat gaya penulisan dan pembangunan cerita serta unsur-unsur sejarah apik yang diberikan dengan sangat baik oleh Susanna Clarke disini. Namun karena semua itu, saya tidak bisa menyarankan  buku ke semua orang, mengingat Jonathan Strange & Mr Norrell bukan bacaan yang menghibur secara langsung. Seseorang harus mampu melihat kedalam ide-ide yang ditampilkan oleh Susanna Clarke dalam ceritanya. Bagi saya tentunya, buku ini adalah buku sempurna karena bisa menggabungkan fantasy dengan historical-fiction menjadi alternate-history yang sangat bagus dan nyaris sempurna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar